Rabu, 02 Mei 2018

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET#: Game Online

Nama: RIZKY OKTAVIANI
Kelas: 2PA01
NPM: 16516610

4. GAME ONLINE

Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini game online yang sedang marak dibicarakan yaitu mobile legend dan AOV. Dimana game tersebut merupakan game yang mengharuskan pemain dan tim pemain membunuh musuh dan ‘kandang’ musuh. Disana pemain dapat memilih hero dengan mengumpulkan koin yang didapatkan dari permainan. Dan memang benar game ini membawa dampak addict bagi yang memainkannya. Bahkan penulis sendiri pun juga memainkannya dan tidak bisa kalau sehari pun tidak memainkannya.


Selain mobile legend dan AOV, terdapat pula game serupa bernama DOTA. Hanya saja game ini harus dimainkan di PC atau Laptop, tidak bisa di smartphone. Sebagai contoh, saudara dari penulis (24 tahun) merupakan individu yang kecanduan game DOTA ini. Dalam sehari ia setidaknya harus log in sekali dan memainkannya sekali. Pulang kerja, ia langsung masuk kamar dan menyalakan komputer kemudian memainkannya. Bahkan ia rela menghabiskan uang sekitar 10 juta hanya untuk memodifikasi komputernya, agar saat bermain ia bisa bermain dengan nyaman. Yaitu layar yang besar, processor yang besar agar saat bermain lancar dan tidak lemot, sound yang nge-bass. Pemain biasanya menghabiskan waktu 30-60 menit sekali babak permainannya.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan individu bermain game online, yaitu:
  1. Komunikasi yang kurang maksimal antara anak dengan anggota keluarga
  2. Pengawasan orang tua yang kurang pada anak
  3. Kesalahan pola asuh dari orang tua
  4. Serta kejenuhan atau merasa bosan akan rutinitas yang monoton.
Namun, saat menanyakan kepada pemain game online ini, mereka mengatakan bahwa pemain game online tidak selamanya hanya mendapatkan dampak negatif saja. Namun, jika mereka memainkan game tersebutnya bagus, mereka bisa menjual game tersebut ke orang lain lagi dengan harga yang mahal. Bahkan salah satu adik dari teman penulis mengatakan bahwa ia belajar bahasa inggris dari sebuah game online. Serta mendapatkan kesenangan dan menghilangkan kebosanan.

Gamers juga dapat bermain dengan seseorang yang sudah berteman atau follower, serta tidak jarang juga dengan orang yang baru dikenal. Jadi, secara tidak langsung mereka mendapatkan teman baru dari dunia virtualnya.

Kondisi di atas selain membawa dampak positif, tentu saja juga membawa akibat negatif bagi para pemain, yaitu:
  1. Kurangnya perhatian mereka terhadap lingkungan sekitar
  2. Meningkatkan emosi mereka, terlebih saat ada yang mengganggunya bermain game, walaupun hanya diajak berbicara sebentar oleh orang lain. Tak jarang pemain sampai mengeluarkan kata kasar untuk meluapkan emosinya.
  3. Mereka lebih tertarik untuk berfikir mengenai susahnya memecahkan persoalan yang ada di dalam game online dibanding masalah di kehidupan nyatanya.
  4. Menjadi jarang berkumpul dengan keluarga, dan menyendiri
  5. Game online juga dapat menyebabkan syaraf mata dan otak terganggu, serta dapat menyebabkan dampak fisik lainnya terutama pada organ dalam manusia.

Daftar Pustaka:
Efendi, N.A. (2014). Faktor Penyebab Bermain Game Online dan Dampak Negatifnya Bagi Pelajar. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/29906/15/NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar