Senin, 03 April 2017

ILMU ALAMIAH DASAR

TUGAS 2

Rizky Oktaviani/16516610
1PA05
Dosen Pembimbing: Nurul Huda

1.      Pengenalan unsur-unsur dan system periodic
a.      Unsur
Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut:
1)      Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi.
2)      Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital.
3)      Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil.
4)  Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya,  Rn untuk radon

Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:
1)      Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik
2)    Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O).
1)      Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian.
2)      Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia.
3)      senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.
4)   Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair.

b.      Sistem Periodik
Sistem periodik memperlihatkan pengelompokkan atau susunan unsur-unsur dengan tujuan mempermudah dalam mempelajari sifat-sifat berbagai unsur yang berubah secara periodik.

Beberapa ahli mengelompokkan unsur-unsur tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan.
1)      Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johann Dobereiner mengelompokkan unsure berdasarkan kemiripan sifat ke dalam tiga kelompok yang disebut triade. Dalam triade, sifat unsur kedua merupakan sifat antara unsur pertama dan unsur ketiga. Contohnya: suatu triade Li-Na-K terdiri dari Lithium (Li), Natrium (Na), Kalium (K) yang mempunyai kemiripan sifat. Dia juga menemukan bahwa massa atom unsur kedua adalah rata-rata massa atom unsur pertama dan unsur ketiga. Tabel pengelompokkan unsur dapat dilihat pada Tabel 1. Contohnya: massa atom unsur Na adalah rata-rata massa atom unsur Li dan massa atom unsur K.
Tabel 1. Tabel Triade

2)      Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1865, John Newlands mengklasifikasikan unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya. Newlands mengamati ada pengulangan secara teratur keperiodikan sifat unsur. Unsur ke-8 mempunyai sifat mirip dengan unsur ke-1. Begitu juga unsur ke-9 mirip sifatnya dengan unsur ke-2, dan seterusnya. Karena kecenderungan pengulangan selalu terjadi pada sekumpulan 8 unsur (seperti yang telah dijelaskan) maka sistem tersebut disebut Hukum Oktaf.

Tabel 2. Tabel unsur Newlands

3)      Sistem Periodik Mendeleev
Sesuai dengan kegemarannya yaitu bermain kartu, ahli kimia dari Rusia, Dimitri Ivanovich Mendeleev (1869) menulis pada kartu-kartu. Kartu-kartu unsur tersebut disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Kartu-kartu unsur yang sifatnya mirip terletak pada kolom yang sama yang kemudian disebut golongan. Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode. Alternatif pengelompokkan unsur-unsur lebih ditekankan pada sifat-sifat unsur tersebut daripada kenaikan massa atom relatifnya, sehingga ada tempat-tempat kosong dalam tabel periodik tersebut. Tempat kosong inilah yang oleh Mendeleev diduga akan diisi oleh unsur-unsur dengan sifat-sifat yang mirip tetapi pada waktu itu unsur tersebut belum ditemukan.

Kelebihan sistem periodik Mendeleev adalah dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai tempat yang kosong, penempatan gas mulia yang baru ditemukan tahun 1890–1900 tidak menyebabkan perubahan susunan sistem periodik Mendeleev, sedangkan kekurangannya yaitu adanya penempatan unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom. Contoh: 127I dan 128Te. Karena sifatnya, Mendeleev terpaksa menempatkan Te lebih dulu daripada I.
Tabel 3. Tabel Sistem Periodik Mendeleev

4)      Sistem Periodik Modern
Pada tahun 1914, Henry G. Moseley menemukan bahwa urutan unsur-unsur dalam sistem periodik sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Sistem periodik unsur modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Moseley berhasil menemukan kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atom. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai penyempurnaan sistem periodik Mendeleev.

Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka:
Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur.
Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.
Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur.
Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.
Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur.
Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71.

Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103.
Tabel 4. sistem periodik modern

2.      ENERGI
a.      Pengertian
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Dalam kehidupan sehari-hari, energi sering kita sebut sebagai tenaga.

Satuan SI untuk energi adalah joule (J). Satu joule setara dengan 1 newtonmeter (Nm). Selain joule, masih ada satuan energi lain yang sering kita gunakan, di antaranya erg dan kalori.

Berdasarkan ketersediaannya, sumber energi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1)      Sumber energi yang dapat diperbaharui adalah sumber energi yang tidak pernah habis. Matahari, angin, dan air merupakan contoh sumber energi terbarukan. 
2)      Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber energi yang hanya dapat digunakan sekali atau dapat habis. Contoh sumber energi tidak terbarukan antara lain kayu, batu bara, minyak, dan gas alam.

b.      Macam-macam energy
1)      Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. 
Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia.
Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Kembang api dibuat dari sejenis mesiu. Ketika mesiu tersebut terbakar, sejumlah gas terlepas dengan kecepatan tinggi.

2)      Energi Listrik
Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik.
Energi listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai penerangan.
Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin.
Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari.
Energi listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

3)      Energi Bunyi
Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar.
Ketika kita mendengar bunyi guntur yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya melalui udara.
Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi, energi yang dimiliki guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah yang lainnya.

4)      Energi Kalor
Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan bentuk energi lainnya. 
Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik benda-benda yang bergesekan.
Sebagai contoh, ketika kamu menggosokgosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak tanganmu.

5)      Energi Cahaya
Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi cahaya dapat diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan lampu. 
Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor (panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh matahari dapat diubah menjadi energi listrik.

6)      Energi Pegas
Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi pegas. Contoh benda elastis antara lain pegas, per, busur panah, trampolin, dan ketapel. 
Jika kamu menekan, menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah kamu melepaskan gaya yang kamu berikan maka benda tersebut akan kembali ke bentuk semula.
Ketika benda tersebut kamu beri gaya maka benda memiliki energi potensial. Ketika gaya kamu lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi energi kinetik.

7)      Energi Nuklir
Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan selama reaksi nuklir. 
Reaksi nuklir terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang lain dan partikel-partikel lain dengan melepaskan energi kalor.
Reaksi nuklir terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan dalam reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

8)      Energi mekanik
Mengapa kaki kita terasa sakit saat kejatuhan buah mangga dari atas pohon? Hal itu disebabkan buah mangga yang berada di atas pohon memiliki energi. Buah mangga yang jatuh dari pohonnya memiliki energi mekanik.
Pada saat buah mangga masih berada di pohon, energi mekaniknya sama dengan energi potensialnya. Ketika buah mangga tersebut jatuh sampai di tanah, energi mekaniknya sama dengan energi kinetiknya.


3.  Penemuan unsur senyawa terbaru yang berguna bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup
Penemuan yang ditemukan di Perancis Prof Dr Ciptadi berhasil menemukan senyawa kimia
baru yaitu senyawa 1,3-oxaphospholes. Dijelaskannya, senyawa 1,3-oxaphospholes yang ditemukannya itu, terindikasi sebagai senyawa yang bermanfaat untuk antibiotik dan pestisida. Senyawa itu dibuat dari unsur phosphorus. “Saat berada studi di Perancis, saya menemukan 40 senyawa oxaphospholes dan derivat-derivatnya (turunannya),” katanya.
Dari 40 senyawa baru tersebut 30 di antaranya sudah dikirim ke Bayern Jerman, sebuah lembaga farmasi yang ada di Jerman.Sementara 10 senyawa baru lainnya masih dikembangkan oleh mahasiswa program doktor (S3) di ENSCM Montapellier II Perancis. Penemuan senyawa baru olehnya itu diharapkan dapat dipatenkan bersama-sama dengan Prof Dr Cristau, seorang guru besar asal Perancis selaku dosen pembimbing saat melakukan penelitian di laboraorium universitas tersebut. Berdasarkan keterangan guru besar bidang biokimia/kimia organik Unpar tersebut, penemuan tersebut cukup membanggakan bangsa Indonesia, karena jarang terdapat mahasiswa Indonesia menemukan senyawa baru di perguruan tinggi itu. Oleh karena itu, ketika diumumkan penemuan tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Perancis ikut menghadiri dan mengucapkan selamat atas penemuan tersebut. Pengembangan penelitian ini masih terus dilakukan bekerjasama dengan laboratorium kimia organic ENSCM Universite Montpellier II Perancis. Penemuan senyawa-senyawa baru tersebut sebagian sudah diseminarkan di berbagai negara di Eropa dan Asia seperti Perancis, Inggris, Jerman, dan Jepang. Sebagian juga sudah dipublikasikan pada jurnal internasional, seperti Acta Crystallographica, European Jounal of Organik Chemistry, Journal of Organometallic Chemistry, Phosphorus Sulfur and Silicon, katanya. Ia menemukan senyawa itu saat ia mengambil program doktor (S3) kimia biomolekul di ENSCM Universite Montapellier II, Perancis. Ilmuwan Di Swedia menemukan Senyawa Kimia Baru Stockholm – Tabel kima periodik yang berisi 117 unsur kimia akan memiliki anggota baru. Ilmuwan mengkonfirmasikan penemuan baru tersebut.
Para peneliti dari Universitas Lund di Swedia menemukan unsur itu dengan menumbukkan satu unsur, kalsium ke dalam atom lain, americium. Unsur baru dengan cepat terbentuk dalam cipratan radiasi. Dalam laporan CNN, Kamis (29/8), unsur baru tersebut memiliki 115 proton di pusatnya. Hal itu memberi nomor atom ke 115 dalam tabel periodik, daftar semua unsur yang dikenal selama ini. Kelompok ilmuwan Swedia merupakan yang kedua dalam menciptakan unsur kimia. Sekelompok ilmuwan Rusia mengumpulkan atom dari jenis yang sama pada 2004. Namun, percobaan baru menguatkan hasil sebelumnya dan mengukuhkan keberadaan atom 115 tersebut. Meski demikian, hal itu tidak berarti akan membuat unsur 115 berada di tabel periodik. Penemuan tersebut masih harus disetujui oleh sebuah komite yang terdiri dari anggota Internasional Union of Pure dan Applied Chemistry serta International Union of Pure and Pallied Physics. Kelompok tersebut bekerja dalam menentukan apakah bukti tersebut sudah cukup untuk membuktikan perlu adanya elemen baru. Dalam kimia semakin banyak proton atom yang dimiliki, maka semakin tinggi angka pada table periodik. Dengan 115 proton, unsur baru tersebut berada diantara unsur super berat. Untuk perbandingan, atom timbal hanya memiliki 82 proton, emas memiliki 79 proton. Namun, unsur tersebut tidak dapat ditemukan dalam bongkahan asli.

Elemen dengan nomor tertinggi di tabel periodic yang bisa terbentuk dengan sendirinya adalah uranium dengan 92 proton di pusatnya. Hanya saja, sejumlah plutonium dan neptunium juga dapat ditemukan terbentuk secara alami. “Semua elemen dengan jumlah proton lebih banyak diciptakan dari reaksi nuklir,” ujar Pusat Hemholtz untuk penelitian Ion Berat di Jerman, tempat dimana ilmuwan Swedia membuat unsur 115.

4.      Sifat-sifat Fisika
a.      Pengertian
Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. 

b.      Jelaskan
1)      Wujud zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.
2)      Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.
3)      Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.
4)      Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.
5)      Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
6)      Titik Didih
Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.
7)      Titik Leleh
Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

5.      Energi yang paling sering digunakan oleh manusia

1)      Energi listrik
Energi listrik merupakan salah satu energi yang terjadi karena adanya arus listrik yang menyebabkan terjadinya energi. Dalam kehidupan sehari-hari kita menggunakan energi listrik, contohnya adalah untuk memasak apabila menggunakan kompor listrik, menyetrika dengan menggunakan setrika, mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci, mendengarkan radio dan lain sebagainya.
Jika malam tiba, maka akan digunakan lampu untuk menerangi rumah ketika malam tiba. Energi listrik yang kita rasakan berasal dari pembangkit tenaga listrik yang berasal dari berbagai macam sumber energi seperti pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga surya dan lain sebagainya. Jumlah energi yang terbatas membuat kita harus jeli dan cermat menggunakan energi listrik. Pemanfaatan energi listrik sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kita.

2)      Energi kalor atau energi panas
Energi panas merupakan salah satu energi yang penting dalam kehidupan manusia. Salah satu sumber energi panas terbesar adalah matahari yang menghangatkan bumi setiap harinya. Panas matahari ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi dengan berubah menjadi energi listrik melalui sumber listrik tenaga surya, yang bisa dijadikan sebagai energi baru.
Akan tetapi, selain matahari ada sumber energi panas lainnya yang memiliki jumlah yang tidak terbatas. Contoh sumber energi panas lainnya adalah batu bara yang bisa dijadikan sebagai sumber pemanas ruangan atau sebagai bahan bakar memasak.

3)      Energi kimia
Energi kimia adalah sebuah energi yang dihasilkan atau diperoleh dari hasil reaksi kimia. Adapun fungsi energi kimia dalam kehidupan sehari-hari ini adalah ketika kita mengonsumsi makanan di setiap harinya. Di mana saat kita makan maka dalam tubuh akan terjadi reaksi kimia yang menghasilkan energi untuk beraktivitas. Selain itu, mobil untuk dapat bergerak juga dihasilkan dari energi panas saat proses pembakaran berlangsung pada bensin.

4)      Energi cahaya 
Energi cahaya juga merupakan salah satu bentuk energi yang terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya cahaya, maka kita akan kegelapan di malam hari. Adapun sumber cahaya terbesar di bumi adalah matahari. Matahari adalah sumber energi terpenting untuk kehidupan makhluk hidup di alam semesta.
Dengan adanya matahari, maka tumbuhan bisa melangsungkan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen untuk dapat dihirup oleh semua makhluk hidup di dunia. Selain cahaya matahari, energi cahaya juga tersimpan dalam lampu atau listrik untuk penerangan di malam hari.

5)      Energi air
Air berperan untuk mandi, mencuci, minum, hingga industri pengolahan air. Selain itu, tenaga air juga berperan besar dalam menghasilkan listrik untuk kehidupan umat manusia.

Tanpa adanya air, manusia dan makhluk hidup lainnya tak akan bisa bertahan hidup. Energi air juga termasuk salah satu energi terbarukan yang tak akan ada habisnya, kecuali kehidupan di bumi ini musnah. Air juga dapat digunakan secara terus menerus dengan berkesinambungan untuk kehidupan setiap makhluk hidup.

Sabtu, 18 Maret 2017

PSIKOLOGI PENDIDIKAN: Review Materi & Gagasan

Minggu 1, 9 Maret 2017.

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

SEJARAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Menurut Fromm anak anak selalu mempunyai rasa ingin tahu dan TL tertentu dalam mencari pemecahan atau belajar.
Menurut Plato dalam bukunya yang berjudul “Republic” anak tidak bisa dipaksakan untuk belajar, karena mereka pasti akan menemukan bentuknya sendiri.
Menurut demokritus pentingnya pengaruh lingkungan dan suasan rumah terhadap kepribadian.
Dan terakhir menurut plato dan Aristoteles dalam mengembangkan sistem pendidikan bagi kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Menurut Aristoteles psikologi pendidikan terbagi menjadi 3 komponen, yaitu:
1.       Kognitif
2.       Afektif atau perasaan/emosi
3.       Konatif/tingkah laku

Maka dari itu, dapat disimpulkan terdapat kesamaan antara praktek pengajaran kuno dengan pengajaran modern dewasa ini.

Psikologi merupakan psikologi terapan. Sedangkan psikologi terapan merupakan psikologi yang mengajarkan bagaimana proses belajar yang ilmiah dan dilihat dari tingkah laku.

Pendidikan dibagi menjadi 3, yaitu:
1.    Pendidikan Informal, yaitu relatif tidak disadari, kemudian menjadi kecakapan dan sikap hidup sehari-hari.
Contoh : pendidikan di rumah, tempat ibadah
2.    Pendidikan formal, yaitu pendidikan yang disengaja, dengan tujuan dan bahan ajar yang tegas dan klasifikasi.
Contoh : TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi.
3.  Pendidikan non formal, yaitu pendidikan yang dilakukan dengan sengaja tetapi tidak memenuhi syarat pendidikan formal.
Contoh : Kursus bahasa, memasak dan sebagainya.

Pendidikan menghasilkan perubahan dan keterampilan dan akan mengembangkan budaya serta akan memperkaya manusia. Serta segala perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi dari partisipasi individu dalam kegiatan belajar.

DEFINISI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
·      Crow & crow (1989) : Merupakan suatu ilmu terapan untuk menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan belajar secara ilmiah.
·         Tardif (1987) : suatu bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha pendidikan
·     Hendro P & Ira P (1997) : merupakan penerapan dari hasil-hasil penelitian psikologi di bidang pendidikan, dan merupakan suatu ilmu yang mempelajari secara sistematik perkembangan anak didik dalam setting pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu cara untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik.
Pendidikan juga sebagai usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, penalaran dan atas latihan bagi perannya di masa yang akan datang (UU RI no. 2 1989 tentang sistem pendidikan Indonesia)
Tujuan Pendidikan : Untuk mengembangkan dan kalau perlu mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang.


Minggu 2, 11 Maret 2017

SUMBANGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN TERHADAP TEORI & PRAKTIK PENDIDIKAN
Di bidang pendidikan, sebagai pendidik atau psikolog, mereka harus mampu mempertanggung-jawabkan informasi yang telah disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak didiknya dan haurs mampu mengetahui karakteristik perkembangan individu anak didik.
Individu mempunyai inner growth process (perkembangan terjadi dengan sendirinya), hal ini akan dihubungkan dengan proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan individu dengan sengaja.

METODE-METODE DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN
1.       Introspeksi
Melakukan pengamatan ke dalam diri sendiri/self observation yaitu dengan melihat keadaan mental pada waktu tertentu.
2.       Observasi
Kegiatan melihat sesuatu di luar diri sehingga yang diperoleh merupakan data overt behavior (perilaku yang tampak).
3.       Metode Klinis
Digunakan untuk mengumpulkan data secara lebih rinci mengenai perilaku penyesuaian dan kasus-kasus perilaku menyimpang.
4.       Metode Diferensial
Menggunakan berbagai macam teknik pengukuran (contoh: tes, angket,dsb) serta menggunakan statistik untuk menganalisis.
5.       Metode Ilmiah
Digunakan untuk menyelesaikan permasalahan perilaku yang lebih kompleks yang harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 
6.       Metode Eksperimen
Melakukan pengontrolan secara ketat terhadap faktor-faktor atau variabel-variabel yang diperkirakan dapat mencemari atau mengotori hasil penelitian.


Minggu 3, 18 Maret 2017

BAKAT & INTELEGENSI
Tentu saja bakat dan intelegensi merupakan hal yang berbeda. Pendidikan dilahirkan dari Intelegensi
Intelegensi à Informasi à Pengalaman.
Indera à Otak à Sensasi à Pengalaman/Empiris à Persepsi à Respon.

PENGERTIAN INTELEGENSI
1.       TERMAN
Suatu kemampuan untuk berpikir  berdasarkan atas gagasan yang abstrak.
2.       BINET
Intelegensi mencakup 4 hal yaitu:pemahaman, hasil penemuan, arahan dan pembahasan.
3.       STREN
Kapasitas umum dari individu yang secara sadar dapat menyesuaikan jiwa yang umum dengan masalah dan kondisi hidup baru.
4.       THORNDIKE
Daya kekuatan respon yang baik dari sudut pandang kebenaran dan kenyataan.
Tiga aspek intelegensi menurut Thorndike: ketinggian, keluasan dan kecepatan.

TEORI-TEORI INTELEGENSI
MENURUT THORNDIKE
Intelegensi beroperasi pada empat tingkat trial & error yaitu :
1.       Perilaku nyata (trial & error)
2.       Perseptual (trial & error)
3.       Ideational
4.       Konseptual à dijadikan acuan bagi pengukuran intelegensi
KEMAMPUAN KONSEPTUAL THURSTONE:
1.       Verbal Comprehention (V)
2.       Number (N)
3.       Spatial Relation (S)
4.       Word Fluency (W)
5.       Memory (M)
6.       Reasoning (R)

PENGUKURAN INTELEGENSI
KUALITATIF
Perbedaan intelegensi disebabkan karena kualitas individu yang berbeda.

KUANTITATIF
Perbedaan intelegensi disebabkan karena terdapat perbedaan kuantitas individu.

Minggu, 12 Maret 2017

ILMU ALAMIAH DASAR

TUGAS 1

Rizky Oktaviani/16516610
1PA05
Dosen Pembimbing: Nurul Huda

A. ILMU ALAMIAH DASAR
Ilmu alamiah dasar atau ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja. dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun.

Menurut Maskoeri Jasin dalam bukunya yang berjudul Ilmu Alamiah Dasar yang diterbitkan PT Raja Grafindo Persada, menyatakan bahwa “Ilmu Alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis artinya kegiatan manusia yang tiada hentinya dari hasil percobaan akan menghasilkan konsep, selanjutnya dari konsep itu mendorong melakukan percobaan berikutnya dan seterusnya”.

Menurut Abdulah Aly dan Eny Rahma (2006: V) “Ilmu Alamiah Dasar” merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi”.

Menurut H. ABAU AHMADI dan  A. SUPATMO dalam buku SAP Ilmu Alamiah Dasar, menyatakan Ilmu Alamiah atau sering disebut IPA yaitu suatu  pengetahuan teori yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas- khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan,  penyusunan teori, eksperimentasi,  observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain. IPA yaitu ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya.

Jadi menurut saya (penulis) ilmu alamiah dasar merupakan ilmu yang dipelajari manusia yang mempelajari alam dan teknologi sampai terbentuknya sebuah ilmu pengetahuan alam dengan berbagai metode yang dilakukan mulai dari observasi sampai eksperimen guna memberikan manfaat bagi manusia itu sendiri.

B. ALAM PIKIRAN MANUSIA
Manusia memiliki akal yang lebih baik daripada makhluk lainnya, yang memungkinkan manusia lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam mencoba menjawab dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering upaya itu tidak terjawab secara memuaskan. Pada manusia kuno untuk memuaskan mereka menjawab sendiri.

Rasa ingin tahu pada manusia ini menyebabkan pengetahuan mereka dapat berkembang setiap hari, mereka mengamati benda-benda dan peristiwa yang terjadi dialam sekitarnya.  Karna itu alam pikir manusia dapat berkembang dengan kemampuan berfikir dan bernalar manusia, akal serta nuraninya yang memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik lagi untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

Dan karena teknologi juga yang semakin berkembang, sehingga sejalan dengan cara berfikir manusia yang memudahkan manusia untuk mencari informasi dan ilmu pengetahuan yang sangat banyak, sehingga membuat alam pikir manusia semakin berkembang dan berkembang lagi.

Mereka mengembangkan pengetahuan tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan yang menyangkut kelangsungan hidupnya saja. Mereka juga berusaha untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Perkembangan pengetahuan pada manusia juga didukung oleh adanya sifat manusia yang ingin maju, sifat manusia yang selalu tidak puas dan sifat yang lebih baik. Dengan demikian, Akumulasi pengetahuan akan berlangsung lebih cepat. Berikut ini pengelompokkan perkembangan kecerdasaan manusia berdasarkan usia dari bayi hingga dewasa :
1)      Masa bayi (0 – 2 Tahun)
Disebut  juga sebagai periode sensomotorik. Pada periode ini, perkembangan kecerdasan bayi sangat cepat. Ia mulai belajar makan, berjalan, berbicara, dan mengikatkan diri pada orang lain. Ia belajar memadukan keterangan-keterangan melalui semua alat inderanya.
2)      Masa Kanak – kanak (2-7 Tahun)
Pada periode ini,dorongan keingintahuannya sangat besar, sehingga banyak yang menyebut masa ini sebagai masa bertanya. Apalagi pada masa ini si anak sudah memiliki keterampilan berbahasa lisan. Namun, pada masa ini pengungkapannya sering menggunakan lambang– lambang, seperti bermain mobil dengan garasinya menggunakan kotak kosong.
3)      Masa Usia Sekolah (7 – 12 Tahun)
Pada periode ini,anak sangat aktif, ditandai dengan perkembangan fisik, dan motorik yang baik. Para ahli psikologi menyebut juga masa ini sebagai “masa tenang”, karena proses perkembangan emosional si anak telah mendapatkan kepuasan maksimal sesuai dengan kemampuan individu. Perolehan pengetahuannya masih dengan induksi (pengamatan dan percobaan), walaupun sudah dimulai dengan menggunakan penalaran dan logika.
4)      Masa Remaja (12 tahun keatas)
Mereka berusaha mengekspresikan dirinya sebagai orang dewasa,padahal secara fisik, mental, dan emosional belum mampu menggunakan nalar serta berhipotesis.
5)      Masa dewasa (> 20 Tahun)
Masa dewasa ini ditandai dengan kemampuan individu untuk berdiri sendiri. Mereka mampu mengendalikan perilakunya dengan baik, menempatkan dirinya sebagai anggota dalam kelompok serta merupakan individu yang bertanggung jawab.

C. PENALARAN & ILMU PENGETAHUAN

1.       Penalaran
Penalaran adalah suatu proses berpikir yang logis dengan berusaha menghubung-hubungkan fakta untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fakta dapat dikenali melalui pengamatan, yaitu kegiatan yang menggunakan panca indera,melihat, mendengar, membaui, meraba dan merasa. Dengan mengamati fakta, kita dapat menghitung, mengukur, menaksir, memberikan ciri-ciri, mengklasifikasikan dan menghubung-hubungkan.
Penalaran dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1)      Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif merupakan simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Penarikan simpulan secara deduktif dapat dilakukan dengan menggunakan silogisme yang merupakan suatu bentuk proses penalaran yang menghubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan.
2)      Penalaran Induktif
Penalaran induktif merupakan penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. Dengan kata lain, simpulan yang diperoleh tidak lebih khusus dari pada pernyataan.
2.       Ilmu pengetahuan
Perkembangan ilmu dimulai dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu maka dilakukan suatu pengamatan. Berdasarkan pengamatan berulangkali diperoleh pengalaman. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang terus-menerus diperoleh pengetahuan, semisal sifat dari benda yang diamati. Kumpulan pengetahuan tentang sesuatu yang didapatkan secara sistematis tersebutlah dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan.

1)      Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan dapat diperoleh dari:
a)Empirisme: mengajarkan bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi.
b) Rasio: mengajarkan bahwa akal budi merupakan sumber untuk pengetahuan
c) Intuisi  atau wahyu.
d)Fenomenalisme: baik indra maupun akal budi sama-sama berperan dalam dalam terciptanya ilmu pengetahuan.
e) Intusionisme: intuisi merupakan pengetahuan langsung
f)Metode ilmiah: menggabungkan peran akal budi dan indra, serta menambahkan suatu cara baru untuk memverifikasi penyelesaian-penyelesaian yang disarankan hipotesa.

2)      Syarat-syarat Pengetahuan dikatakan sebagai Ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan dianggap ilmiah atau syarat-syarat dapat dikatakannya sebagai suatu ilmu pengetahuan, yaitu:
a)      objektif, yaitu pengetahuan itu sesuai dengan objek.
b)      Logis, yaitu suatu cara penjelasan  yang dapat dicerna oleh akal sehat atau masuk akal dan mungkin ada.
c)       Metodik, yaitu pengetahuan itu diperoleh dengan cara-cara tertentu dan terkontrol.
d) Sistematis, yaitu pengetahuan ilmiah itu tersusun dalam suatu sistem, tidak  berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan, salingmenjelaskan, sehingga keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
e)  Universal, yaitu pengetahuan tidak hanya diamati hanya oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan eksperimen yang sama akan menghasilkan sesuatu yang sama/konsisten.

D. MITOS, CERITA SEBENARNYA, CERITA RAKYAT, DAN LEGENDA
Mitos merupakan cerita yang mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa dan mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib. Walaupun sekarang sudah berada di zaman modern ini, tetapi di Indonesia masih banyak orang – orang yang menanggapi mitos-mitos yang ada dengan serius.
Contoh dari mitos, sbb:
1)     Anak gadis dilarang keras makan di depan pintu, katanya bisa batal dilamar orang alias balik kucing. Padahal kenyataannya dilarang makan di depan pintu karena akan menghalangi orang yang akan masuk saja.
2)     calon pengantin perempuan dilarang keras keramas ketika dekat hari H kenapa? katanya supaya tidak turun hujan deras ketika resepsi berlangsung yang bisa mengacaukan acara. Kenyataannya rambut setelah keramas akan menjadi halus dan lembut. Oleh sebab itu bisa menyulitkan sang penata rias memasang sanggul untuk pengantin.

Mitos itu sendiri terdiri dari 3 macam, yaitu cerita sebenarnya, cerita rakyat dan legenda.

Cerita sebenarnya merupakan cerita yang benar-benar terjadi, dan terbukti kenyataannya.

Cerita rakyat merupakan cerita yang mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal usul suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral.
Contoh dari cerita rakyat, sbb:
1)      Bawang merah, bawang putih
2)      Timun Mas
3)      Malin Kundang.

Sementara itu, legenda merupakan cerita rakyat pada zaman dulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Legenda juga merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya.
Contoh dari legenda, sbb:
1)      Sangkuriang.
2)      Lutung Kasarung.
3)      Danau Toba.
4)      Legenda Candi Prambanan.
5)      Danau Toba.

E. SIFAT-SIFAT UNIK MANUSIA
Manusia memiliki 6 sifat unik yang melekat pada tiap masing-masing individu.
1)      Homo Sapiens (Berpikir)
Manusia merupakan mahluk yang dapat berpikir sehingga merupakan mahluk yang cerdas dan bijaksana. Dengan daya pikirnya manusia dapat berpikir apakah yang sebaiknya dilakukan pada masa sekarang atau masa yang akan datang berdasar kan pertimbangan masa lalu yang merupakan pengalaman.

2)      Homo Faber (bekerja)
Homo faber berarti manusia dapat membuat alat-alat dan mempergunakannya atau disebut sebagai manusia kerja dengan salah satu tindakan atau wujud budayanya berupa barang buatan manusia (artifact). Manusia menciptakan alat-alat karena menyadari kemampuan inderanya terbatas, sehingga diupayakan membuat peralatan sebagai sarana pembantu untuk mencapai tujuan.

3)      Homo Longouens (Berbahasa)
Manusia dapat berbicara sehingga apa yang menjadi pemikiran dalam otaknya dapat disampaikan melalui bahasa kepada manusia lain. Bahasa sebagai ekspresi dalam tingkat biasa adalah bahasa lisan. Antara suku bangsa dengan suku bangsa lain terdapat perbedaan bahasa.

4)      Homo Socius (sosial)
Homo socius berarti manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bukan bergerombol seperti binatang yang hanya mengenal hukum rimba, yaitu yang kuat yang berkuasa. Manusia bermasyarakat diatur dengan tata tertib demi kepentingan bersama.

5)      Homo Aeconomicus (Memiliki Usaha)
Homo Aeconomicus berarti manusia dapat mangadakan usaha atas dasar perhitungan ekonomi (homo economicus). Dalam tingkat sederhana manusia mencukupi kebutuhannya sendiri, kemudian atas dasar jasa maka dikembangkan sistem pasar sehingga hasil produksinya dijual di pasaran.

6)      Homo Religieus (Beragama)
Manusia menyadari adanya kekauatan ghaib yang memiliki kemampuan lebih hebat daripada kemampuan manusia, sehingga menjadikan manusia berkepercayaan atau beragama. Dalam tahap awal lahir animisme, dinamisme, dan totenisme yang sekarang dikategorikan sebagai kepercayaan, kadang-kadang dikatakan sebagai agama alami. Kemanusian lahirlah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada nabiNya, dan kitab suciNya yang dipergunakan sebagai pedoman.

Sumber :
J.B. Blikololong. 1997. Pengantar Filsafat. Gunadarma